Senar Nylon vs Steel String
Kasus klasik: Punya gitar tua di gudang, senarnya putus, beli senar di warung "Bang beli senar gitar", dikasih senar kawat (steel), dipasang, besoknya gitar patah dua. Kenapa?
Karena gitar Classic (Nylon) dan Acoustic (Steel) adalah dua spesies berbeda yang TIDAK BOLEH ditukar-tukar senarnya.
Gitar Klasik (Nylon)
- Ciri Fisik: Headstock (kepala) bolong dua baris. Dryer-nya plastik putih besar. Leher lebar dan datar. Tidak ada Truss Rod (besi penguat leher). Bridge-nya model ikat (simpul mati).
- Senar: 3 senar bawah (treble) terbuat dari NILON bening (plastik). 3 senar atas (bass) nilon dibalut logam halus.
- Tegangan (Tension): Rendah. Sekitar 30-40 kg tarikan total.
- Suara: Mellow, lembut, bass bulat, sustain pendek.
- Bahaya: Jika gitar ini dipasang senar KAWAH (Steel) yang tarikannya 70-80 kg, leher gitar akan bengkok seketika atau bridge (kayu penahan) akan copot terlempar. JANGAN PERNAH LAKUKAN INI.
Gitar Akustik (Steel String)
- Ciri Fisik: Headstock padat (solid). Dryer logam kecil. Leher lebih ramping. Ada Truss Rod aktif. Bridge model pasak (pin).
- Senar: Kawat logam (Nickel atau Bronze).
- Tegangan: Tinggi.
- Suara: Nyaring, bright, sustain panjang.
- Boleh pakai Nylon? Boleh, tapi suaranya akan sangat pelan dan cempreng karena body gitar steel didesain tebal untuk merespons getaran kuat. Getaran nilon terlalu lemah untuk menggetarkan body tebal ini.
Kesimpulan
Cek gitar Anda di rumah. Kalau kepalanya bolong = Beli Senar Nylon (D'Addario Pro Arte, dll). Kalau kepalanya padat = Beli Senar Akustik (D'Addario EZ, Elixir, dll). Jangan tertukar!