Drop D Tuning: Rahasia Sound Gahar
Pernah dengar lagu Avenged Sevenfold, Paramore, atau Muse yang riff gitarnya terdengar berat, rendah, dan bertenaga? Kemungkinan besar mereka tidak pakai Tuning Standard (E-A-D-G-B-E), tapi pakai Drop D.
Apa itu Drop D?
Sangat simpel: Senar 6 (paling atas/tebal) yang tadinya nada E, diturunkan 1 nada (WHOLE STEP) menjadi nada D. Senar lainnya (5,4,3,2,1) TETAP. Tidak berubah.
Jadi tuningnya: D - A - D - G - B - E.
Keuntungan Drop D
1. One Finger Power Chord
Di tuning standard, Power Chord butuh 2-3 jari (bentuk diagonal). Di Drop D, karena senar 6 sudah turun, Power Chord D, E, F, G, dll bisa ditekan hanya dengan SATU JARI TELUNJUK menekan senar 6, 5, 4 di fret yang sama (Barre lurus).
Ini memungkinkan perpindahan chord super cepat ala band punk/metal.
2. Low End Range
Anda mendapatkan dua nada ekstra di bawah E (yaitu Eb dan D). Suara bass gitar jadi lebih dalam dan 'evil'. Sangat cocok untuk riff rock.
Cara Menyetem Drop D Tanpa Tuner
Jika tidak bawa tuner:
- Petik senar 4 (D) open string.
- Petik senar 6 (E) open string.
- Putar dryer senar 6 (kendurkan) sambil didengarkan sampai suaranya SAMA (satu oktaf lebih rendah) dengan senar 4.
- Jika resonansinya sudah kawin (tidak ada gelombang 'wah-wah'), berarti sudah pas di D.
Kesimpulan
Bosan dengan lagu pop standard? Turunkan senar 6 Anda ke D. Mainkan riff acak dengan satu jari. Anda akan merasa seperti Rockstar instan!